• Perempuan dari suku Kulawi berpose di depan rumah adat sebelum prosesi upacara pencucian kampung dilakukan.

  • Laki-laki mempersiapkan gendang untuk mengiringi upacara. Gendang itu akan ditabuh secara bergantian selama upacara berlangsung.

  • Pria dan wanita memainkan tari Raego yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Tari itu sambil mengucap puja-pujaan kepada Tuhan.

  • Prosesi pencucian kampung dilakukan. Tokoh adat menyiapkan peralatan upacara yang diberi mantra-mantra.

  • Tari penyambutan Nuaju. Prajurit menyambut pemimpin wilayah dengan tarian perang.

  • Penyembelihan kerbau. Prosesi ini memberi arti pengorbanan untuk kesucian kampung.

  • Warga mulai menguliti kerbau yang telah dikorbankan untuk disantap bersama-sama.

  • Kepala kerbau secara khusus dipersembahkankepada pemimpin wilayah sebagai penghormatan dan doa atas kepemimpinannya.

  • Remaja putri menyiapkan makanan dari kerbau yang telah disembelih untuk disantap secara bersama-sama.

  • Makanan dibagi-bagikan kepada semua yang hadir. Wadah makanan terbuat dari tempurung kelapa

  • Para tokoh adat harus menjadi yang pertama dalam sajian makanan. Usai santap bersama, sekaligus menandai berakhirnya upacara cuci kampung

  • Seluruh warga adat kembali ke rumah masing-masing dengan harapan hidup yang lebih baik, jauh dari bahaya dan akan mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran.

1/

Potapahi, Cuci Kampung Ala Suku Kulawi

CULTURE
STORY
Travel

SERENTETAN musibah menimpa wilayah adat Kulawi dalam beberapa waktu terakhir ini. Mulai dari gagal panen yang menyebabkan kurang tersedianya pangan, banjir bandang yang merenggut 3 korban jiwa, dan terakhir di bulan Agustus 2012 terjadi gempa bumi yang menewaskan 3 orang warga.

Musibah demi musibah itu dipercaya oleh warga sebagai kotornya kampung dan bercampurnya kebaikan dan keburukan yang menyebabkan kemurkaan Tuhan. Pencucian kampung atau oleh warga setempat disebut “potapahi” adalah jalan keluar untuk membersihkannya dengan harapan musibah itu tidak terjadi lagi.

Sejumlah pemangku adat menyiapkan ritual cuci kampung itu. Seekor kerbau sebagai persembahan dalam prosesinya adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi agar ritual adat itu bisa terlaksana dengan baik. Seluruh warga yang berada dalam wilayah adat Kulawi ikut berpartisipasi agar syarat-syarat itu bisa diadakan.

Pembacaan mantra dilakukan diikuti nyanyian-nyanyian dan tarian rakyat mengiringi kerbau yang ditarik ke pinggir sungai untuk disembelih. Darah kerbau dialirkan ke sungai sebagai simbol pencucian dan pembuangan kotoran dari kampung. Daging kerbau tidak dibawa kemana-mana melainkan di masak di tempat secara bergotong royong untuk disajikan kembali kepada seluruh warga.

Kulawi berada di wilayah adminstratif Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Sejak lebih dari 100 tahun lalu, ritual potapahi ini baru digelar kembali. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *