Nashir Umar (42) menghaluskan kecapi yang dibuatnya di Palu, Sulawesi Tengah, 21 Februari 2015. Meskipun trend musik terus mengalami pergeseran dari tradisi ke kontemporer, namun usaha alat musik tradisional tetap berjalan walau tidak diproduksi secara massal. bmzIMAGES/Basri Marzuki
Previous articleRitual Melasti Jelang Nyepi 1937 Caka
Next articleKilau Emas Poboya yang “Membutakan”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.